Berita

Pemahaman Bersama Pastikan Kelanjutan Operasional

09 Desember 2015   |   Berita Lain News
Share:

Pada hari Selasa, 1 Desember 2015, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH melakukan kunjungan kerja di area operasional PT Freeport Indonesia. Presiden Direktur PTFI, Maroef Sjamsoeddin mendampingi langsung kunjungan orang nomor satu Papua ini ke area Tambang Bawah Tanah dan Pabrik Pengolahan Mil 74. Rapat kerja yang membahas berbagai hal terkait hubungan antara PTFI sebagai investor dan pihak pemerintah Propinsi Papua sebagai regulator dilakukan di Tembagapura pada hari yang sama.

Dalam keterangannya yang disampaikan dalam sesi jumpa pers di Tembagapura, Gubernur Papua menyampaikan apresiasinya terhadap upaya peningkatan komunikasi antara PTFI dan Pemerintah Provinsi Papua. Isu utama yang harus dikedepankan, menurut gubernur lebih lanjut adalah perihal kepastian izin usaha PTFI untuk menjamin kesejahteraan sekian banyak kepentingan masyarakat dan daerah Papua di dalamnya.

“Terlepas dari dinamika isu-isu yang ada, kita perlu menilik akan fakta-fakta yang ada,” tutur Lukas Enembe saat memberikan keterangan di hadapan awak media dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Manajemen PTFI.

”Ekonomi Papua,” sambung Enembe, 46%-nya digerakkan oleh sektor pertambangan. Perekonomian Kabupaten Mimika apalagi, sebagai tuan rumah yang asli, 91% roda perekonomian Mimika itu dari Freeport. Lalu ada sekitar 7,700 orang Papua yang berkarya di Perusahaan ini. Kalau perpanjangan kontrak tidak diberikan, angka-angka tadi mau dikemanakan?” jelas Lukas Enembe.

Presiden Direktur PTFI, Maroef Sjamsoeddin menyampaikan perkembangan pembahasan kelanjutan izin usaha perusahaan yang meliputi 6 isu utama terkait luas wilayah kerja yang saat ini seluas 212.950 hektar, peningkatan penerimaan negara yang telah menyepakati peningkatan tarif royalti 4% untuk tembaga, 3,75% untuk emas dan 3,25%, divestasi saham perusahaan, pengutamaan dan peningkatan penggunaan barang dan jasa dalam negeri, pembangunan smelter tambahan serta perpanjangan izin usaha pasca 2021.

Dalam kesempatan ini, Presiden Direktur menyampaikan apresiasi khusus atas kehadiran Gubernur Papua di tengah-tengah para karyawan. ”Para karyawan terlihat sangat antusias saat dapat bertemu secara langsung dengan Bapak Gubernur yang hari ini berkunjung ke beberapa area kerja”, imbuh Maroef.

Selama beberapa jam, sejak kedatangannya di area Dataran Tinggi, Gubernur Enembe juga berkesempatan bertemu dengan perwakilan karyawan Papua yang ditemui di sela-sela kunjungan ke área mill dan tambang bawah tanah. Dari sini Gubernur Papua dapat melihat dinamika sosial eksistensi perusahaan serta dampaknya terhadap pengembangan masyarakat Papua melalui ketenagakerjaan.

Pandangan dari sisi internal PTFI ini diharapkan dapat membentuk pemahaman yang sama antara Pemerintah Daerah Papua dengan Manajemen PTFI dalam upaya memperoleh kepastian kelanjutan operasi PTFI pasca 2021.

Kita sambut baik terbangunnya kesepahaman pandangan antara PTFI dan Pemerintah Provinsi Papua. Bersama kita Harumkan Indonesia dari Papua. (Miko Sularso)

Berita Terkait

 Penerbangan dan Pelayaran Natal PTFI Bantu Ribuan Karyawan Pulang untuk Natal
 Sakrias Fobia: Dalam Hidup, Tidak Ada yang Tidak Bisa
 Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di area kerja Freeport Indonesia
 PT Freeport Indonesia Raih Penghargaan dalam Indonesia Most Admired Companies (IMACO) Award 2017

Tata Kelola

Public Policy Committee of the Board of Commissioners of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. assist the Board carry out its oversight responsibilities within the company.

Selengkapnya