Berita

Freeport Kirim 38 Siswa Apprentice IPN ke Sukabumi

15 September 2017   |   CSR News
Share:

Ikuti Program Pelatihan Pengembangan SDM Papua

Sebuah program pelatihan bertajuk Papuan Sustainable Human Capital Development (PSHCD) digelar sebagai perwujudan komitmen PTFI dalam hal membangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) asli Papua. Acara peluncuran kegiatan ini berlangsung pada Jumat (8/9) di kampus Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) di Kuala Kencana dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan manajemen PTFI dan pemangku kepentingan.

Melalui program PSHCD ini, sebanyak 38 siswa apprentice IPN akan berangkat ke Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (9/9) untuk mengikuti rangkaian program selama satu bulan penuh. Selama mengikuti program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan non-teknikal/pengembangan karakter yang diberikan oleh gabungan instruktur dari internal PTFI dan instruktur profesional dari luar PTFI.

Dalam sambutannya di pembukaan program ini, EVP Human Resources PTFI, Achmad Ardianto mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan soft skill dari para apprentice peserta program dengan fokus pada pembinaan sikap, mental dan spiritual dalam menghadapi dunia kerja moderen. “Seluruh peserta dalam program ini adalah orang-orang terpilih, kami menaruh harapan besar pada kalian jadi kami berharap jangan sampai gagal dalam mengikuti pelatihan ini dari awal sampai akhir,” kata Ahmad Ardianto.

Dalam melaksanakan program PSHCD ini, PTFI turut bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Mimika yang memiliki komitmen sama dalam fokus pembinaan SDM Papua. Melalui program semacam ini, diharapkan dapat semakin memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat Mimika. Esterlina Mangala, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi & Perumahan Rakyat Kabupaten Mimika turut menyampaikan harapannya mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika kepada apprentice peserta PSHCD.

“Seluruh peserta adalah duta yang mewakili warga Mimika, semua diharapkan dapat mengikut pelatihan ini dari awal hingga akhir, dan menjaga sikap karena seluruh peserta merupakan perwakilan warga Kabupaten Mimika di sana,” kata Esterlina.

Salah satu peserta PSHCD, Maikel Yosias Bertabuy (28), menyampaikan rasa bangga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini sekaligus antusias karena ini akan menjadi pengalaman pertamanya bepergian keluar Papua. “Sebagai putra asli Papua yang terpilih ikut program ini saya sangat berterima kasih kepada IPN dan PTFI, semoga saya berhasil mengikuti pelatihan ini hingga selesai, dan bisa berhasil menjadi sumber daya manusia yang lebih baik,” harap Maikel. 

Program PSHCD bagi apprentice kali ini adalah angkatan pertama. Fasilitas yang diberikan dalam program ini meliputi biaya transportasi tiket pesawat Timika-Jakarta pergi-pulang, biaya hidup selama dalam pelatihan, biaya akademik, jaminan kesehatan, serta uang saku untuk seluruh peserta. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para apprentice bisa mendapat ilmu baru yang dapat diterapkan secara nyata di tempat kerja serta dapat menjadi SDM yang lebih profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. (Karel Luntungan)

Berita Terkait

 Dua Pemuda Papua Lulus Sekolah Penerbang
 Freeport Sekolahkan Pelajar Papua Berprestasi ke AS
 Freeport Gandeng Pemda Mimika Kembangkan Klinik Terapung
 Sekolah Asrama Dorong Peningkatan Pendidikan Anak di Papua

Tata Kelola

Public Policy Committee of the Board of Commissioners of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. assist the Board carry out its oversight responsibilities within the company.

Selengkapnya