Berita

Kapal Klinik Terapung LPMAK Tiba di Poumako

05 Oktober 2015   |   CSR News
Share:

Timika – Kapal Klinik Terapung tiba di Timika, Jumat (25/9). Kapal milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme & Kamoro (LPMAK) itu hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan di kampung-kampung wilayah pesisir Mimika. Kedatangan Kapal Klinik Terapung ini disambut tarian Seka Kamoro, ketika bersandar di Pelabuhan LPMAK, Jembatan Poumako II Distrik Mimika Timur sekitar pukul 17.30 WIT Jumat lalu. Kapal dengan ukuran 17x5 meter itu membawa enam awak melakukan perjalanan panjang dari Gresik Jawa Timur ke Timika sejak empat bulan lalu. 

Kepala Biro Kesehatan LPMAK Jusuf Nugroho, mengatakan kehadiran klinik terapung ini semata-mata untuk mendukung program pemerintah melakukan pelayanan medis maupun kesehatan masyarakat terutama di wilayah pesisir Mimika yang terpencil dan terisolasi. ”Aset ini memang milik LMPAK, tetapi nantinya kami akan melakukan pelayanan bekerjasama dengan pemerintah. Kru akan melibatkan Dinas Kesehatan dan LPMAK sendiri, namun yang menyangkut operasional semua akan disiapkan oleh LMPAK,” jelasnya.

Menurutnya, kapal Klinik Terapung akan berlayar ke kampung-kampung dan mengevakuasi pasien yang sakit gawat darurat ke Rumah Sakit di Timika, dimana LPMAK juga telah menyiapkan sebuah klinik transit di Jembatan Poumako II untuk penanganan awal pasien yang kemudian dilarikan ke rumah sakit. ”Kita akan melakukan pelayaran ke beberapa Puskesmas maupun Pustu di kampung wilayah pesisir, bersama dengan Dinas Kesehatan dan LPMAK sendiri,” katanya.

Kapal berbahan aluminum atau logam putih perak yang seluruh materialnya didatangkan dari Australia itu dirakit oleh PT Indo Raya Surabaya. Memiliki panjang 17 meter dan lebar 5 meter, kapal ini dilengkapi dengan kamar bedah, ruang tunggu pasien, poliklinik, ruang opname, ruang obat dan ruang dokter. Kapal Klinik Terapung ini termasuk yang paling lengkap untuk kawasan Timur Indonesia. ”Untuk pelayanan, sesekali kita akan ajak spesialis yang ada di Timika ataupun juga kita bisa datangkan dari luar daerah sesuai kebutuhan,” kata Jusuf.

Wakil Sekretaris Eksekutif (Wase) Pendukung LPMAK, Kristianus Ukago mengatakan, peresmian Kapal Klinik Terapung diharapkan segera dilakukan dalam waktu dekat, bersama sejumlah fasilitas lainnya yang telah dibangun LPMAK, seperti Pabrik Sagu di Kekwa, Pelabuhan LPMAK di Poumako dan fasilitas lainnya. Untuk pengadaan Kapal Klinik Terapung tersebut, LPMAK menggelontorkan dana lebih dari Rp. 10 Miliar. Biaya pembuatan kapal sedikit lebih mahal karena Kapal Klinik Terapung tersebut tidak menggunakan baling-baling tetapi memakai jet air yang disesuaikan dengan kondisi perairan wilayah pesisir Mimika yang sangat bergantung pasang surut air. ”Visi kita adalah untuk mendukung program kesehatan pemerintah,” ujarnya.

Kristianus juga berharap pihak pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten dapat menyempatkan diri untuk melakukan peresmian Kapal Klinik Terapung itu. Sehingga pelayanan segera dilakukan, mengingat begitu banyak masyarakat sudah menanti pelayanan di kampung-kampung. ”Selama ini kita melihat memang perlu ada sentuhan yang lebih jauh kepada masyarakat, serta pelayanan yang betul-betul dirasakan masyarakat. Terutama ke kampung-kampung yang tidak terjangkau dan belum ada petugas kesehatan disana, sehingga mudah-mudahan dengan adanya Klinik Terapung ini bisa menjangkau mereka,” harapnya. (Radar Timika 26/9)

Berita Terkait

 Program Pengembangan Berbasis Kearifan Lokal Tingkatkan Pendapatan Masyarakat
 PT Freeport Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Asmat
 LIMAR Terangi Tiga Kampung
 Green Mission, Misi Menjaga Keanegaragaman Hayati

Tata Kelola

Public Policy Committee of the Board of Commissioners of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. assist the Board carry out its oversight responsibilities within the company.

Selengkapnya