Berita

Layani Masyarakat dari Kampung ke Kampung

22 November 2016   |   CSR News
Share:

Klinik Terapung LPMAK

Menyambut hari Penglihatan Sedunia, Biro Kesehatan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sebagai lembaga pengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyelesaikan rangkaian pelayanan kesehatan operasi mata katarak dan pemberian kacamata gratis bagi warga pesisir selatan Mimika. Kegiatan ini dilaksanakan selama sembilan hari, dengan memanfaatkan klinik terapung milik LPMAK sebagai sarana pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan ini Biro Kesehatan LPMAK bersama tim telah melayani 9 kampung di pesisir selatan Mimika, yang terdiri dari 3 Kampung di Mimika Tengah dan 6 Kampung di Mimika Barat. Total 901 pasien yang berhasil dilakukan pemerkisaan, diantaranya 275 orang pasien anak-anak dan 666 orang pasien dewasa.

Dalam kegiatan ini, tim berhasil  menemukan 27 kasus katarak, dengan rincian 13 katarak belum matang dan 14 katarak matang. Tindak lanjut dari temuan ini, 9 pasien berhasil di operasi diatas klinik terapung tersebut. Beberapa pasien yang batal menjalani operasi karena ketidaksiapan secara medis, dikarenakan masih menderita penyakit yang lain seperti hipertensi dan alasan pasien takut menjalani operasi, meskipun proses operasi katarak ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Menurut dr. Jusni Saragih, salah satu tim dokter yang melakukan operasi katarak, pasien yang sudah di operasi membutuhkan waktu 2 minggu untuk penyembuhan, tetapi jika tidak mengikuti peraturan dari tim medis maka sampai satu tahun sekalipun, hasil penglihatan tidak akan bagus. ”Pasien yang sudah menjalani operasi katarak dapat langsung melihat cahaya dengan baik, lensa yang diangkat kita ganti dengan lensa buatan manusia yang fungsinya sama seperti lensa mata yang diberikan oleh Tuhan untuk memperjelas penglihatan,” kata dr. Jusni Saragih.

Selain pelayanan operasi katarak kali ini tim Biro Kesehatan LPMAK telah membagikan kebutuhan kacamata untuk pasien rabun jauh dan rabun dekat, serta pendistribusian 229 obat tetes mata di 12 kampung. Pada kesempatan ini pihak Biro Kesehatan LPMAK melibatkan mitra kerja mereka yaitu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, RSUD Kabupaten Mimika, dan tim dokter dari Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI).

 

Klinik Terapung

Klinik terapung yang digagas oleh LPMAK ini merupakan upaya perpanjangan tangan Biro Kesehatan LPMAK untuk melayani masyarakat dipesisir selatan Kabupaten Mimika. Jauhnya lokasi perkampungan yang hanya bisa dicapai menggunakan sarana sarana transportasi sungai, menjadi alasan kuat diluncurkannya sarana Klinik Terapung.

”Klinik Terapung melaksanakan aktifitas melayani masyarakat secara langsung dari kampung ke kampung. Dengan dukungan dari tim dokter dan perawat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, dan tim Puskesmas Pembantu (Pustu), kami melayani masyarakat setempat,” kata Yusuh Nugroho, Kepala Biro Kesehatan LPMAK.

LPMAK selaku lembaga pengelola dana kemitraan PTFI terus bersinergi mengembangan masyarakat lokal khususnya yang berdomisili disekitar area kontrak karya PTFI.  Pada tahun 2014, jumlah dana investasi PTFI untuk pengembangan masyarakat baik yang dikelola langsung oleh PTFI maupun melalui kemitraan dengan LPMAK mencapai US $.92,2 juta, sedangkan total dana investasi pengembangan masyarakat dari tahun 1992-2014 mencapai US $.1,3 miliar. (Karel Luntungan)

Berita Terkait

 Berkomitmen Dukung Pemerintah Wujudkan Indonesia Bebas TB
 Program Pengembangan Berbasis Kearifan Lokal Tingkatkan Pendapatan Masyarakat
 PT Freeport Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Asmat
 LIMAR Terangi Tiga Kampung

Tata Kelola

Public Policy Committee of the Board of Commissioners of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. assist the Board carry out its oversight responsibilities within the company.

Selengkapnya