Lingkungan Kerja

Pelatihan, pendidikan, dan pembangunan yang berkelanjutan merupakan komponen-komponen penting untuk menjamin efisiensi operasi dalam jangka panjang untuk bisnis apapun. Hal-hal tersebut bahkan telah menjadi lebih penting manakala beroperasi di wilayah yang sedang berkembang tanpa suatu sejarah panjang program pendidikan yang maju. Program-program pelatihan kerja di Papua harus menawarkan lebih dari sekedar pengembangan keterampilan-keterampilan teknis. Selama 2010, Freeport Indonesia menyediakan 2.194.080 jam pelatihan untuk program pra-magang dan magang bagi masyarakat setempat. Ratusan putra Papua sedang berusaha menguasai keterampilan pertambangan untuk karier yang potensial dalam perluasan operasi-operasi bawah tanah Perusahaan. Program-program pelatihan yang mencakup keterampilan dasar baca, tulis, dan berhitung hingga program “pra-magang” bagi perseorangan yang belum pernah menerima pelatihan kerja sebelumnya, magang teknis lanjutan, pengembangan karir dan kepemimpinan, dan program pengelolaan bisnis yang memberikan keterampilan kelas dunia bagi para karyawan kami.

Pada tahun 2003, dengan pandangan menuju pengembangan jangka panjang sumberdaya manusia Papua untuk angkatan kerja, Freeport Indonesia membentuk Institut Pertambangan Nemangkawi. Tujuan jangka panjang Institut ini adalah memberikan kesempatan pra-magang, magang, dan pengembangan karier lanjutan bagi putra-putri Papua dan putra-putri Indonesia lainnya setiap tahun. Setiap kali magang sekitar 45 orang peserta mendapat kesempatan untuk mengikuti program tersebut. Pada tahun 2010, 564 orang Papua telah terdaftar dalam program magang dan pra magang. Total peserta magang dan pra magang hingga 2010 mencapai 3.489 peserta. Program pra magang menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kebutuhan dasar seperti membaca dan menulis. Sedangkan para peserta program magang menerima pelatihan teori dan praktik lapangan dalam hal peleburan logam, penanganan mesin berat, pengoperasian peralatan, pekerjaan kelistrikan dan instrumentasi, tugas administratif dan tata usaha serta berbagai kegiatan lain. Lulusan program magang dapat menerima penempatan kerja di mana pun mereka kehendaki, tetapi diharapkan sebagian besar siswa akan dipekerjakan oleh Freeport Indonesia dan mitra-mitra kerjasamanya.

img

Selain program magang, terdapat dua program dengan tingkatan yang lebih tinggi yaitu program Diploma 3 administrasi niaga yang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Semarang untuk keturunan Papua non-karyawan Freeport Indonesia berusia 18-21 tahun. Disediakan sekitar 24 kursi setiap dua tahun. Ini merupakan program tiga tahun, dengan masa kuliah enam minggu di Papua dan dua minggu di Semarang yang merupakan kombinasi antara teori dan paktek. Institut Pertambangan Nemangkawi dan manajemen Freeport Indonesia mengikat kemitraan dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menawarkan program Master of Business Administration dari ITB melalui Institut Pertambangan Nemangkawi. Hingga 2010 sudah 40 karyawan lulus dari program MBA tersebut.

Institut Pertambangan Nemangkawi juga menjadi media bagi transformasi keterampilan ke dunia profesional. Kabupaten Mimika memiliki banyak wilayah pedalaman dengan tingkat dan mutu pendidikan yang kurang memadai, bahkan banyak lulusan dengan keterampilan dasar yang sangat rendah. Dengan standar semacam itu akan sulit menyesuaikan diri pada era ekonomi moderen. IPN melalui kemitraan dengan Politeknik Negeri Semarang, kini menawarkan program Diploma Pemagangan Administrasi Niaga. Setiap kali pendaftaran siswa baru, tersedia kesempatan untuk 24 orang baik yang berasal dari tujuh suku terdekat maupun orang Papua non tujuh suku.