HIV / AIDS

img
Training of Trainer yang diadakan oleh IBCA untuk karyawan PTFI

Tanggulangi HIV/AIDS, Libatkan Mitra Kerja

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) I Gusti Made Arka meresmikan Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) Cabang Papua di Kuala Kencana, Papua (10/11). Pembentukan IBCA Cabang Papua merupakan upaya PT Freeport Indonesia untuk mengajak para mitra kerjanya dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. IBCA Cabang Papua beranggotakan sembilan perusahaan yang merupakan kontraktor PTFI, yaitu PT Trakindo Utama, PT Puncak Jaya Power, Sucofindo, Airfast Indonesia, Pangansari Utama, PT Redpath, PT Kuala Pelabuhan Indonesia, Sandvik dan Buma Intinaker.

"Koalisi institusi swasta dalam memerangi AIDS ini merupakan upaya nyata dari perusahaan-perusahaan untuk membantu pemerintah dalam mencapai Millenium Development Goals (MDGs)," kata Director, EVP & CAO PTFI Sinta Sirait mewakili IBCA. Freeport Indonesia merupakan salah satu pendiri dari IBCA yang beranggotakan tujuh perusahaan; British Petroleum, Freeport Indonesia, Gajah Tunggal, Chevron, Sintesa Group, Sinar Mas, dan Unilever. Ketujuh perusahaan tersebut sepakat untuk membentuk sebuah koalisi yang program utamanya adalah memastikan adanya kebijakan yang tepat tentang HIV/AIDS di tempat kerja pada level manajemen. Sementara di tingkat karyawan memastikan terbentuknya kesadaran yang tinggi terhadap bahaya HIV/AIDS. Mereka juga bersepakat untuk menghilangkan diskriminasi dan stigmatisasi bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di tempat kerja.

Country Director IBCA Evodia Iswandi sangat berterima kasih kepada manajamen PT Freeport Indonesia atas terbentuknya koalisi baru itu. "Pembentukan IBCA Cabang Papua merupakan kontribusi nyata sektor swasta dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Papua," katanya.

Sementara itu, mewakili manajemen PT Freeport Indonesia, Vice President Social Outreach & Local Development Arief Latif menegaskan bahwa HIV/AIDS adalah masalah bersama, maka diperlukan upaya bersama untuk menanganinya. " PT Freeport Indonesia memiliki kebijakan dan program dalam penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Kami bersama pemerintah dan masyarakat terus berupaya memerangi penyebaran penyakit itu," katanya.

"Peresmian IBCA Cabang Papua merupakan sesuatu yang luar biasa, sangat strategis dalam upaya penanggulangan AIDS, tidak hanya di Papua namun juga secara nasional," kata Dr. Nafsiah Mboi, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Nafsiah menambahkan bahwa IBCA merupakan sebuah model public-private partnership. "Di mana dalam mengatasi masalah bangsa diperlukan kerjasama antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat," ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada PT Freeport Indonesia dan semua perusahaan peserta IBCA Cabang Papua, Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Kemenakertrans Made Arka menuturkan bahwa aspek-aspek implementasi upaya pencegahan penyakit menular (HIV/AIDS) di tempat kerja sangat sesuai dengan amanat Undang-Undang no. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan Kerja. "Regulasi itu mengamanatkan kepada semua perusahaan agar melaksanakan kewajiban mencegah penyakit akibat kerja, di antaranya penyakit menular," katanya. Kemenakertrans juga telah menerbitkan sebuah ketentuan teknis tentang pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja.

Tak hanya perwakilan dari perusahaan mitra PTFI yang menjadi anggota IBCA Cabang Papua, peresmian itu juga dihadiri oleh CEO Asia Pacific Business Coalition on AIDS (APBCA) Stephen Grant, Kepala Dinas Kesehatan Mimika Erens Machboen, manajemen PT Freeport Indonesia, para relawan AIDS kami dan undangan lainnya.