Satu Lagi Cerita Kesuksesan Usaha Seorang Amungme

Salah seorang pengusaha putra daerah dari suku Amungme, Bernard Alomang sejak 15 Mei 2007 mendirikan CV yang diberi nama CV. Nem Kamame. Dibawah kepemimpinan Bernard, CV. Nem Kamame saat ini bergerak dibidang suplai rumput makanan ternak untuk Departemen Lingkungan Hidup PT Freeport Indonesia (PTFI).

Bernard Alomang sebelumnya adalah karyawan PT Pangan Sari Utama, namun pada awal tahun 2010 Bernard memutuskan untuk menajdi wiraswastawan yang dibina dibawah Program pembinaan Usaha Mikro, Kecil Menengah (PP-UMKM) Departemen Social Outreach & Local Development (SLD) PTFI.

img
Bernard Alomang Putra Amugme sukses dalam usahanya.

Berkat kegigihan dan semangat Teanus untuk belajar dan menjalankan usaha dengan baik CV. Kwakibera mengalami kemajuan. Pada bulan Februari 2012, CV. Kwakibera mampu menambah kendaraan operasionalnya dengan membeli satu buah unit mobil pick-up. Dari hasil usahanya ini Teanus mampu mendirikan sebuah rumah, kantor dan aset usaha lainnya. Teanus juga dapat mempekerjakan 12 orang karyawan untuk membantu menjalankan usahanya.

img
Bernard bersama karyawannya panen rumput gajah.

Semenjak terdaftar secara resmi sebagai peserta PP-UMKM, Bernard mendapatkan beberapa paket program pembinaan, antara lain bantuan analisa penawaran suplai rumput & bibit pohon ke Departemen Lingkungan Hidup, modal kerja berupa bantuan pinjaman untuk memulai usaha serta pelatihan dan pembinaan manajemen usaha. Selain itu juga mendapatkan advokasi dalam berinteraksi dengan pelanggannya, Departemen lingkungan Hidup.

img
Tim Bernard telah bertambah dari empat karyawan menjadi enam karyawan

Dalam menjalankan proyek suplai rumput, Bernard memelihara perkebunan milik pribadi seluas 4 hektar, dan untuk memenuhi kebutuhan rumput di MP 21, Bernard juga membeli rumput dari petani di SP-5 dan SP-6. Sehingga dengan usaha ini, Bernard Alomang juga berperan dalam memberdayakan dan memajukan perekonomian masyarakat disekitar area tempat kerjanya. Awalnya Bernard menangani sendiri proyek ini dengan terjun langsung sebagai sopir dibantu 4 orang karyawan. Namun dengan usaha keras dan kegigihannya, Bernard akhirnya mendapatkan kepercayaan dari pengguna jasa dan mampu meningkatkan suplai rumputnya dari 3 ton rumput per hari menjadi 6 ton rumput per hari dan menambah karyawannya menjadi 6 orang.

img
CV. Nem Kamame juga menangani usaha pembibitan

Selain menangani proyek suplai rumput gajah ke Departemen Lingkungan Hidup, CV. Nem Kamame juga menangani usaha pembibitan (Nursery) yang berlokasi di area Irigasi, dekat pasar baru Timika dan saat ini sedang mempersiapkan 1700 bibit pohon tanaman keras.(hp)