CV. HANAU NUMUS JTB Utamakan Keselamatan & Kesehatan Karyawan

CV. Hanau Numus JTB adalah salah satu usaha yang di bina oleh Departemen Social Local Development PT Freeport Indonesia. Kontraktor milik putra daerah yang bergerak di bidang reboisasi dan remediasi hutan di area Kuala Kencana. CV Hanau Numus JTB selealu mengedepankan keselamatan bagi karyawannya dalam melaksanakan tiap pekerjaan.

img
Mussa Hannauw pemilik CV Hanau Numus JTB

CV. Hanau Numus JTB didirikan oleh Mussa Hannauw salah satu masyarakat lokal suku Moni, pada tanggal 14 Januari 2002. Pada tahun 2011 adalah awal dimana Mussa Hannauw mulai efektif melakukan konsultasi ke Departmen SLD, dengan harapan dapat bergabung menjadi peserta Program Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) untuk di bina. Pada bulan Juni 2011 CV. Hannau Numus mendapatkan kesempatan dan kepercayaan dari PTFI melalui Departemen Environmental- Grup Reklamasi, untuk melakukan Program Remediasi Hutan di Kuala Kencana.

Dalam melakukan pekerjaan remediasi hutan Kuala Kencana, CV. Hanau Numus JTB mempekerjakan 9 orang karyawan dan 7 orang diantaranya adalah orang asli papua. Pada periode kontrak yang pertama (Juni - Desember 2011) CV. Hanau Numus JTB telah melakukan penanaman pohon untuk Program Remediasi Kuala Kencana sebanyak 15.662 pohon pada areal seluas 39 hektar.

img
Para Karyawan CV Hanau Numus JTB mengerjakan proyek area Kuala Kencana

Karena kegigihan dan kemauan untuk belajar dan menjalankan usahanya dengan baik sehingga pada tahun 2012 CV. Hanau Numus JTB di percayakan kembali untuk melanjutkan program Remediasi Kuala Kencana. Salah satu kunci utama kesuksesan usaha CV. Hanau Numus ini adalah karena mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawannya. “Setiap pagi sebelum kerja kami awali dengan berdoa, kemudian meeting untuk keselamatan kerja (safety meeting – Red), memeriksa dan memastikan karyawan menggunakan peralatan keselamatan kerja, seperti helm kerja, sepatu safety, dan rompi/fest. Kita harus ikuti prosedur keselamatan yang sudah di tentukan oleh PTFI, dan hingga saat ini, puji Tuhan kami tidak pernah satupun mengalami kecelakaan kerja.” tambahnya.

img
Mussa memastikan para karyawannya untuk tetap bekerja dengan aman dan selamat.

“Kami mengejar target untuk menanam 20.000 pohon, saat ini kami sudah menanam sekitar sebanyak 15.662 pohon, sisanya sedang kami kejar saat ini.” jelasnya. Dari pelatihan, pendampingan, dan bantuan yang diberikan PTFI melalui SLD dan Environmental, sangat bermanfaat. “Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh SLD dan Environmental bagus dan baik, mereka selalu turun kelapangan, sehingga banyak hal yang kami pelajari, mereka selalu memberikan arahan, pendamping, koreksi agar kesalahan tidak terulang lagi”, ujar Mussa.(hp)

img
Mussa Hannauw bersama karyawannya dan pendamping dari Departemen SLD