Berita

Upaya PTFI Pastikan Operasi Berwawasan Lingkungan

26 September 2016   |   OPERASIONAL News
Share:

Sebagai perusahaan yang mengelola salah satu tambang terbesar di dunia, PT Freeport Indonesia dihadapkan dengan isu lingkungan yang tidak mungkin dianggap sepele. Perusahaan memahami bahwa operasinya berdampak terhadap lingkungan sehingga berusaha sebaik mungkin untuk menata dan mengelola lingkungan sesuai dengan peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Keberlanjutan lingkungan adalah salah satu nilai yang diagungkan di Perusahaan. Kontribusi perusahaan terhadap kehidupan manusia modern juga dibuktikan dengan usaha-usaha Perusahaan untuk mewujudkan operasi pertambangan yang berwawasan lingkungan.

Baru-baru ini kinerja pengelolaan lingkungan Perusahaan dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui audit PROPER. PROPER adalah kependekan dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan, sebuah audit yang bertujuan mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Audit ini secara khusus menyasar kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri, yang menghasilkan limbah cair, padat, dan pencemaran udara, untuk meninjau kembali program-program pengelolaan lingkungan agar sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Pemerintah. Khusus untuk industri pertambangan, Kementerian Lingkungan Hidup juga memberikan kriteria tambahan yakni kerusakan lingkungan yang meliputi penilaian terhadap penanganan dan pengelolaan kerusakan lingkungan akibat operasi penambangan.

Manajemen lingkungan hidup di PTFI bukan semata KRA Departemen Environmental, melainkan merupakan tanggungjawab bersama seluruh divisi dan departemen di PTFI. Divisi dan departemen operasi di PTFI senantiasa menjalin koordinasi dengan Departemen Environmental untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan dipantau dan sesuai dengan panduan manajemen lingkungan yang ditetapkan Perusahaan.

Demikian halnya dalam audit PROPER ini, Departemen Environmental selaku tuan rumah menggandeng divisi dan departemen terkait dalam penyelenggaraan audit PROPER di lingkungan Perusahaan. Sebagai area owner yang setiap hari berkutat dengan aktivitas-aktivitas yang melibatkan peran lingkungan, divisi dan departemen ini mendampingi dan memberikan penjelasan-penjelasan yang diperlukan kepada tim auditor dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dalam audit proper yang diselenggarakan pada 5-10 September lalu, tim audit PROPER meninjau area-area operasi PTFI mulai dari Tambang Terbuka Grasberg sampai dengan area Portsite di wilayah Dataran Rendah. Tim audit dibagi ke dalam beberapa kelompok yang secara terpisah menilai area-area diantaranya Lower Wanagon, Megashop, Mill, Power Plant, dan TRMP, dan Dewatering Plant (DWP).

Edy Purwanto Bakri, ketua auditor mengungkapkan bahwa, “Freeport Indonesia adalah perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia yang layak menjadi panutan dalam pengelolaan lingkungan di bidang industri. Beberapa aspek pemeringkatan telah dipatuhi dengan baik, walaupun tidak dipungkiri bahwa masih ada beberapa poin yang belum memuaskan. Namun saya yakin PTFI akan menuju ke arah perbaikan yang lebih baik dalam pengelolaan lingkungannya.”

Beberapa poin yang dimaksud oleh ketua auditor adalah perubahan peraturan yang baru (PP No. 101 Tahun 2014) yang telah mengkategorikan tailing sebagai limbah B3, sehingga memerlukan peninjauan lebih lanjut dari kedua belah pihak untuk menentukan penanganan terbaik terhadap isu ini.

Vice President Environmental, Andi Mukhsia, menjelaskan bahwa “audit PROPER memiliki kekhususan tersendiri karena audit ini menunjukkan tingkat kepatuhan Perusahaan terhadap regulasi yang diberikan negara tuan rumah terkait pengelolaan lingkungan. Selain itu, PROPER juga penting bagi PTFI karena audit ini merupakan patokan perusahaan-perusahaan dalam pemeringkatan pengelolaan lingkungan sehingga akan berdampak positif jika kita berada di tingkat yang diterima.”

Dalam kaitan dengan pencapaian PTFI dalam audit PROPER sebelumnya, Andi Mukhsia mengungkapkan bahwa PTFI dengan menggandeng seluruh elemen organisasi telah melakukan evaluasi terhadap penilaian PROPER dan dari evaluasi tersebut menentukan aksi tanggap untuk penanggulangan rapor merah perusahaan.

Pemeringkatan audit PROPER dikategorikan dalam 5 kategori: hitam untuk perusahaan yang sama sekali tidak mengindahkan pengelolaan lingkungan dalam operasinya; merah untuk perusahaan-perusahaan yang belum sepenuhnya melaksanakan ketentuan pengelolaan lingkungan dengan sempurna; biru untuk industri-industri yang telah mengelola limbah sesuai dengan ketentuan pemerintah; hijau untuk industri telah melaksanakan ketentuan pemerintah dengan pencapaian yang lebih daripada yang diharapkan; dan kategori emas untuk industri yang bisa memberikan nilai tambah dari upaya pengelolaan lingkungan yang berdampak ke bidang-bidang lain, misalnya pengembangan masyakarat. PTFI sendiri menargetkan mendapat kategori biru dalam audit PROPER tahun ini.

Sebagai perusahaan pertambangan kelas dunia, PTFI selalu berusaha untuk menunjukkan keseimbangan dalam operasinya. Mari kita bersama menunjukkan komitmen Perusahaan untuk mewujudkan operasi yang berwawasan lingkungan. (Sularso)

Berita Terkait

 Resmi dibuka, Mess Hall Kenanga Megah di Super Block Ridge Camp
 Srikandi-srikandi Tambang Bawah Tanah
 Fasilitas Pengolahan Air Terbaik di Tambang Bawah Tanah PTFI
 Penggunaan Simulator Wujudkan Efisiensi Biaya & Keselamatan Kerja

Tata Kelola

Public Policy Committee of the Board of Commissioners of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. assist the Board carry out its oversight responsibilities within the company.

Selengkapnya