Pertambangan dalam sejarahnya dilihat sebagai usaha yang berbahaya dan penuh ancaman. Mengenali dan mengelola ancaman-ancaman fisik yang terjadi dalam proses penambangan menjadi komponen-komponen penting dari program keselamatan dan kesehatan kami. Mengidentifikasi ancaman-ancaman ini memungkinkan setiap operasi untuk melakukan mitigasi melalui pengendalian terekayasa atau administratif, atau melalui penggunaan peralatan perlindungan pribadi.

Pendekatan kami adalah evaluasi berlanjut terhadap proses dan operasi apapun yang potensial menghadirkan suatu ancaman. Apabila suatu risiko teridentifikasi, kami mengambil langkah untuk mengukurnya dan kemudian mengendalikannya melalui cara-cara proaktif untuk melindungi kesehatan dari angkatan kerja kami.

Kami menyadari dan prihatin terhadap prevalensi HIV dan AIDS, terutama di antara anggota masyarakat dalam areal kontrak kerja kami. Perusahaan menyadari bahwa HIV dan AIDS adalah penyakit yang perlu ditangani dengan pendekatan medis yang tepat dan pemahaman aspek-aspek sosial dari masalah ini. Freeport Indonesia menyediakan 9.579 sesi pelatihan HIV/AIDS pada 2010, yang menjangkau lebih 398 peserta. Kegiatan pendidikan HIV/AIDS juga memiliki sasaran para karyawan melalui pusat-pusat pendidikan di tempat kerja, dan melalui penggunaan saluran TV internal tertutup perusahaan dan media kampanye lainnya di wilayah perusahaan.

Pernyataan kebijakan PT Freeport Indonesia tentang HIV/AIDS mengakui implikasi-implikasi penting dari HIV dan AIDS pada angkatan kerja dan pada masyarakat setempat serta berupaya untuk mengendalikan transmisi penyakit sesuai dengan peraturan-peraturan Pemerintah Indonesia dan rekomendasi-rekomendasi World Health Organization (WHO), International Labor Organization (ILO), U.S. Center for Disease Control and Prevention (CDC), dan organisasi kesehatan internasional relevan lainnya. Selaras dengan kebijakan non-diskriminatif perusahaan, peraturan-peraturan pemerintah menyangkut HIV dan AIDS, serta pandangan ILO, maka Freeport Indonesia menjunjung pendekatan yang non-diskriminatif dan adil bagi orang-orang dengan HIV atau AIDS.

PT Freeport Indonesia juga melaksanakan program-program pengendalian malaria terpadu berkelas dunia, dan mempunyai sebuah pendekatan terkoordinir untuk melawan penyakit TBC. Indonesia memiliki 189 kasus TBC aktif per 100.000 jiwa penduduknya menurut laporan 2009WHO. Pada 2009, kurang lebih 24.000 kasus malaria berbasis masyarakat terdeteksi dan memperoleh perawatan di klinik-klinik.